Akhir2 ini lagi demen banget nich sama jang geun soek, jd pengen posting2 yg berhubungan sama ni cowok...
hehehe, walaupun bukan ABG lg tapi pesona nie cowok dah bikin w klepek-klepek ( haaalaah )
walaupun cuma copy paste dari blognya temen2 yg laen tp ga papalah yg penting hasrat (ceile) buat post keun suk terpenuhi hihihi...
ni ada koleksi-koleksi fotonya KeunSuk yg pastinya sobat pecintanya dah pada punya jg, tp ga papalah...
yg penting udah usaha nanya2 sama mbah google....
Kamis, 24 Februari 2011
Kamis, 17 Februari 2011
Tak ada yang abadi
Tadi pagi di fesbuk dewi dapat kiriman pesan yang isinya setelah dewi baca benar-benar membuat aku tertegun, berfikir dan merenungi semua isi dalam pesan tersebut.
Perenungan yg membuat aku percaya bahwa di dunia ini memang tidak ada yang abadi, seperti jg kehidupan kita di dunia ini, kadang kebahagiaan yg kita dapat tidak slamanya dapat kita rasakan, kadang kala kebahagiaan itu berubah menjadi kesedihan yang mendalam yang membuat kita terpuruk dan bahkan merasa dunia ini tak adil bagi kita.
Berikut isi pesan yg aku dapat dan aku ingin membaginya, dan smoga setelah membaca ini dapat merubah pola pikir kita terhadap dunia ini...
" Ketika Matahari menampakkan diri di pagi hari, dan terus menerpakan sinarnya ke setiap sudut alam hingga puncaknya pada tengah hari. Menjelang senja, ia pun mulai bersiap-siap meninggalkan singgasananya untuk bertukar peran dengan rembulan yang akan bercahaya menerangi malam hingga fajar. Bulan tak sendiri, ia ditemani oleh bintang-bintang yang berkelipan, belum lagi lintasan-lintasan benda langit lainnya yang menjadikan alam atas teramat mengagumkan. Begitu seterusnya, tak pernah matahari menguasai sepanjang hari, bulan dan bintangpun demikian. Karena sesungguhnya, tak satupun mereka berhak memiliki hari sepenuhnya.
Terkadang, langit cerah disertai mentari pagi yang menghangatkan menjadi mimpi terindah setiap makhluk di muka bumi. Tapi, tidak akan pernah mentari seterusnya berseri dan langit cerah, karena bukan tidak mungkin atap dunia itu berubah mendung dan menghitam, mencekam dan menebar ketakutan. Angin sejuk sepoi-sepoi yang terasa menyegarkan saat belaiannya menyentuh kulit, sesaat kemudian bisa berputar dan berputar membentuk tornado yang dalam sedetik meluluhlantakkan semua yang terhampar di bumi. Air laut yang tenang, pantai yang indah dengan ombak yang melambai indah, hamparan pasir yang halus, disaat yang lain bisa menjadi gelombang air dahsyat yang menenggelamkan sejuta harapan, meninggalkan bekas yang memilukan.
Bunga-bunga yang hari ini terlihat indah merekah, satu dua hari kemudian akan layu dan memudar warnanya, bisa karena hempasan angin, sengatan matahari atau terusik unggas. Dedaunan akan tetap berwarna hijau bila ianya tetap menyatu dengan tangkainya, tatkala ia luruh dan jatuh ke tanah, mengeringlah ia. Embun pagi yang bening di ujung daun, dalam beberapa detik takkan lagi terlihat. Setelah jatuh, habislah ia. Tinggal menunggu esok pagi kan datang tuk bisa menikmati kembali beningnya. Unggas pagi, berteriak lantang pertanda dimulainya hari, tidak jarang, mereka membangunkan insan yang setengah malas dan kantuk masih di sudut mata. Ketika siang, saat manusia-manusia bergegas dalam segala bentuk aktifitas mereka, makhluk lain pun menjalankan perannya masing-masing.
Menjelang senja, sinar merah kekuningan seperti meminta perhatian makhluk bumi untuk bersiap menyambut malam. Tak hanya manusia, hewan-hewan bahkan binatang melata pun beriringan menuju rumah mereka, menikmati malam, memandangi rembulan dan bintang-bintang, dan mendengarkan hewan-hewan malam bersahutan mewarnai malam yang panjang, hingga menanti datangnya fajar. Manusia-manusia aktif yang terkadang tak kenal lelah, terlelap dalam buaian selimut, mimpi, harapan serta do’a. Hingga esok, ada yang terbangun, dan ada yang tetap terlelap, menutup mata untuk selamanya. Tugasnya sebagai manusia telah selesai. Tak ada manusia yang memiliki sepenuhnya hari, tak ada makhluk yang memiliki sepenuhnya kehidupan. Dan tak ada jiwa yang memiliki sepenuhnya apapun yang sesungguhnya bukan berasal darinya. Semua perubahan, kejadian, dan perputaran peran itu meyakinkan kita, bahwa tak ada yang abadi.
Bayi mungil, lucu dan menyenangkan saat lahir, beranjak dewasa, kemudian tua dan akhirnya mati. Kemudian, generasi berikutnya hadir, hingga diakhiri lagi dengan kematian. Itulah hidup. Seperti matahari yang tak pernah selamanya bersinar, seperti daun yang mengering saat tanggal dari tangkainya, seperti embun yang meski sedemikian indah, hanya sekian detik saja umurnya. Seperti hujan yang mungkin setiap hari turun tak pernah berhenti, tak pernah setiap yang diciptakan Tuhan di alam ini, berkuasa untuk tetap memiliki kejadiannya seutuhnya. Karena mereka hanya makhluk, yang semuanya terus berubah dan berujung pada akhir. Tak seperti Pencipta semua makhluk itu sendiri, karena Ianya tak berawal, maka tak ada akhirnya pada-Nya. Sedangkan kita, atau makhluk lainnya, memiliki awal, dan sudah pasti tertulis sudah akhirnya. Kita hanya tinggal menunggu waktu.
Sebagai makhluk, tak sekedar untuk hidup Allah menciptakannya. Setiap ciptaan Allah, memiliki peran yang menjadi amanahnya. Kita semua, berdiri, berdiam diri, tertidur, berjalan, berhenti sejenak, kemudian berjalan lagi, sesekali istirahat hanya untuk menorehkan catatan diri. Tinta merah atau biru yang hendak kita pakai untuk mengisi lembaran putih catatan itu, hak sepenuhnya ada di tangan kita. Jikalah matahari selalu mempunyai catatan biru dalam buku raport-nya, begitu juga dengan rembulan, langit dan semua benda yang menghiasinya, hewan-hewan yang senantiasa ikhlas menjadi bagian hidup manusia, tetumbuhan, bumi tempat berpijak, lalu kenapa kita tak pernah iri untuk senantiasa memperbaiki catatan merah kita di hadapan Allah?
Makhluk-makhluk Allah yang lain, manusia-manusia yang berlomba menorehkan tinta biru dalam catatan akhirnya, sungguh teramat sadar bahwa waktu yang Allah berikan teramat singkat, hingga tak pernah terpikir olehnya untuk berbuat satu hal pun yang bisa menyebabkan lembaran putihnya ternoda oleh titik merah. Bersujud dan berdo’a, mencari keridhoan Allah di setiap detik, setiap langkah, dan jalan yang dilaluinya, agar tak ada sedikitpun kebencian di mata Allah keatasnya. Belajar dari manusia-manusia terdahulu yang telah mengukir nama mereka di hati Allah, semestinya saat ini, kita terus berjuang keras untuk bisa mendapatkan satu tempat di hati-Nya untuk menggoreskan nama kita.
Harta yang banyak, bukan jalan untuk bisa mendapatkan tempat di hati Allah. Kendaraan yang bagus, jabatan tinggi, status sosial terhormat, perhiasan dan berjuta keindahan dunia, juga tidak. Bukan semua itu yang akan menjadikan kita makhluk berarti di mata Dia. Karena sesuatu yang tak abadi, tak mungkin bisa menjadi bekal menuju keabadian untuk bertemu Yang Maha Abadi. Jiwa yang bersih, jiwa yang tenang, adalah jiwa yang pertama hadir dalam bentuk jasad manusia saat pertama ditiupkan. Hanya dengan kembali dengan kebersihan dan ketenangan semula, ia bisa diterima disisi Yang Maha Abadi. Maka, belajar dari semua ketidakabadian selain Allah, jangan pernah menghabiskan waktu (yang teramat sebentar ini) yang diberikan Allah ini, tanpa torehan tintas kebaikan. Mungkin besok, tak ada lagi waktu buat kita menggenggam tinta biru. (Bayu Gautama, berjam-jam di tengah kebun teh Sukabumi, karena tak yakin besok masih ada waktu untuk kembali ke tempat ini. "
sumber : eramuslim
Terkadang, langit cerah disertai mentari pagi yang menghangatkan menjadi mimpi terindah setiap makhluk di muka bumi. Tapi, tidak akan pernah mentari seterusnya berseri dan langit cerah, karena bukan tidak mungkin atap dunia itu berubah mendung dan menghitam, mencekam dan menebar ketakutan. Angin sejuk sepoi-sepoi yang terasa menyegarkan saat belaiannya menyentuh kulit, sesaat kemudian bisa berputar dan berputar membentuk tornado yang dalam sedetik meluluhlantakkan semua yang terhampar di bumi. Air laut yang tenang, pantai yang indah dengan ombak yang melambai indah, hamparan pasir yang halus, disaat yang lain bisa menjadi gelombang air dahsyat yang menenggelamkan sejuta harapan, meninggalkan bekas yang memilukan.
Bunga-bunga yang hari ini terlihat indah merekah, satu dua hari kemudian akan layu dan memudar warnanya, bisa karena hempasan angin, sengatan matahari atau terusik unggas. Dedaunan akan tetap berwarna hijau bila ianya tetap menyatu dengan tangkainya, tatkala ia luruh dan jatuh ke tanah, mengeringlah ia. Embun pagi yang bening di ujung daun, dalam beberapa detik takkan lagi terlihat. Setelah jatuh, habislah ia. Tinggal menunggu esok pagi kan datang tuk bisa menikmati kembali beningnya. Unggas pagi, berteriak lantang pertanda dimulainya hari, tidak jarang, mereka membangunkan insan yang setengah malas dan kantuk masih di sudut mata. Ketika siang, saat manusia-manusia bergegas dalam segala bentuk aktifitas mereka, makhluk lain pun menjalankan perannya masing-masing.
Menjelang senja, sinar merah kekuningan seperti meminta perhatian makhluk bumi untuk bersiap menyambut malam. Tak hanya manusia, hewan-hewan bahkan binatang melata pun beriringan menuju rumah mereka, menikmati malam, memandangi rembulan dan bintang-bintang, dan mendengarkan hewan-hewan malam bersahutan mewarnai malam yang panjang, hingga menanti datangnya fajar. Manusia-manusia aktif yang terkadang tak kenal lelah, terlelap dalam buaian selimut, mimpi, harapan serta do’a. Hingga esok, ada yang terbangun, dan ada yang tetap terlelap, menutup mata untuk selamanya. Tugasnya sebagai manusia telah selesai. Tak ada manusia yang memiliki sepenuhnya hari, tak ada makhluk yang memiliki sepenuhnya kehidupan. Dan tak ada jiwa yang memiliki sepenuhnya apapun yang sesungguhnya bukan berasal darinya. Semua perubahan, kejadian, dan perputaran peran itu meyakinkan kita, bahwa tak ada yang abadi.
Bayi mungil, lucu dan menyenangkan saat lahir, beranjak dewasa, kemudian tua dan akhirnya mati. Kemudian, generasi berikutnya hadir, hingga diakhiri lagi dengan kematian. Itulah hidup. Seperti matahari yang tak pernah selamanya bersinar, seperti daun yang mengering saat tanggal dari tangkainya, seperti embun yang meski sedemikian indah, hanya sekian detik saja umurnya. Seperti hujan yang mungkin setiap hari turun tak pernah berhenti, tak pernah setiap yang diciptakan Tuhan di alam ini, berkuasa untuk tetap memiliki kejadiannya seutuhnya. Karena mereka hanya makhluk, yang semuanya terus berubah dan berujung pada akhir. Tak seperti Pencipta semua makhluk itu sendiri, karena Ianya tak berawal, maka tak ada akhirnya pada-Nya. Sedangkan kita, atau makhluk lainnya, memiliki awal, dan sudah pasti tertulis sudah akhirnya. Kita hanya tinggal menunggu waktu.
Sebagai makhluk, tak sekedar untuk hidup Allah menciptakannya. Setiap ciptaan Allah, memiliki peran yang menjadi amanahnya. Kita semua, berdiri, berdiam diri, tertidur, berjalan, berhenti sejenak, kemudian berjalan lagi, sesekali istirahat hanya untuk menorehkan catatan diri. Tinta merah atau biru yang hendak kita pakai untuk mengisi lembaran putih catatan itu, hak sepenuhnya ada di tangan kita. Jikalah matahari selalu mempunyai catatan biru dalam buku raport-nya, begitu juga dengan rembulan, langit dan semua benda yang menghiasinya, hewan-hewan yang senantiasa ikhlas menjadi bagian hidup manusia, tetumbuhan, bumi tempat berpijak, lalu kenapa kita tak pernah iri untuk senantiasa memperbaiki catatan merah kita di hadapan Allah?
Makhluk-makhluk Allah yang lain, manusia-manusia yang berlomba menorehkan tinta biru dalam catatan akhirnya, sungguh teramat sadar bahwa waktu yang Allah berikan teramat singkat, hingga tak pernah terpikir olehnya untuk berbuat satu hal pun yang bisa menyebabkan lembaran putihnya ternoda oleh titik merah. Bersujud dan berdo’a, mencari keridhoan Allah di setiap detik, setiap langkah, dan jalan yang dilaluinya, agar tak ada sedikitpun kebencian di mata Allah keatasnya. Belajar dari manusia-manusia terdahulu yang telah mengukir nama mereka di hati Allah, semestinya saat ini, kita terus berjuang keras untuk bisa mendapatkan satu tempat di hati-Nya untuk menggoreskan nama kita.
Harta yang banyak, bukan jalan untuk bisa mendapatkan tempat di hati Allah. Kendaraan yang bagus, jabatan tinggi, status sosial terhormat, perhiasan dan berjuta keindahan dunia, juga tidak. Bukan semua itu yang akan menjadikan kita makhluk berarti di mata Dia. Karena sesuatu yang tak abadi, tak mungkin bisa menjadi bekal menuju keabadian untuk bertemu Yang Maha Abadi. Jiwa yang bersih, jiwa yang tenang, adalah jiwa yang pertama hadir dalam bentuk jasad manusia saat pertama ditiupkan. Hanya dengan kembali dengan kebersihan dan ketenangan semula, ia bisa diterima disisi Yang Maha Abadi. Maka, belajar dari semua ketidakabadian selain Allah, jangan pernah menghabiskan waktu (yang teramat sebentar ini) yang diberikan Allah ini, tanpa torehan tintas kebaikan. Mungkin besok, tak ada lagi waktu buat kita menggenggam tinta biru. (Bayu Gautama, berjam-jam di tengah kebun teh Sukabumi, karena tak yakin besok masih ada waktu untuk kembali ke tempat ini. "
sumber : eramuslim
Kamis, 10 Februari 2011
OST. Mary Stayed Out All Night by Jang Geun Soek

Please! My Bus!!
Like crazy Just
Run Run Run Running
Go Go butakhae My Bus
To the Stage
My Heart is
Beat Beat Beat Beating
Boom Boom simjangkkaji
Deullyeooneun heorikein saundeu
Nopi Jump Jump Jump
Paran haneul wiro
Meolli Quick Quick Quick
Dallyeoganeungeoya Start You and I
Nari seon meorikkeut heurin Telepathy
Nal joineun kkum I'm crazy now
Dalkomhan Jasmine hyang
Tto banbokdoeneun Stress
I want to be free
Kkumui Paradise OH
Geu goseuro galteya My friend
Don't think Just run OH
Kkumkkuneun naui badaro
Like crazy Just
Run Run Run Running
Go Go butakhae My Bus
To the Stage
My Heart is
Beat Beat Beat Beating
Beat Beat Beat Beating
Boom Boom simjangkkaji
Deullyeooneun heorikein saundeu
Nopi Jump Jump Jump
Paran haneul wiro
Meolli Quick Quick Quick
Dallyeoganeungeoya Start You and I
Never to fall down
Jidokhan yeongi neul meonghan Television
Nal kkaeuneun Noise I'm tired now
Sseudisseun hyeokkeutgwa tto kkumteuldaeneun Strain
I want to be free
Kkumui Blue Sky OH
Geugoseuro galteya My friend
Saecheoreom Fly to the sky
Neoui nalgaereul tago
Like crazy Just
Run Run Run Running
Go Go butakhae My Bus
To the Stage
My Heart is
Beat Beat Beat Beating
Boom Boom simjangkkaji
Deullyeooneun heorikein saundeu
Nopi Jump Jump Jump
Paran haneul wiro
Meolli Quick Quick Quick
Dallyeoganeungeoya Just Run Run Run
Never to fall down
Butakhae My Bus
Never to fall down
Butakhae My Bus
*******************
My Precious

sujub-eun geu sogsag-im seumyeodeuneun gwisga-e
soboghage ssah-yeoganeun ulideul-ui iyagi
seololeul balabomyeo sal-aganeun
cham eoliseoggo yeppeun moseubdeul?
tabagtabag geol-eoganeun najimaghan golmoggil
teum sailo bichwooneun hanmogeum-ui haes-salcheoleom
mueosjocha al su eobsdeon na-ege
jag-eun kkumhanaleul sim-eojuneun neo
My Precious(My Precious)
My Precious(My Precious)
gasigat-assdeon gieogdeul-i
heunjeogdo eobs-i salajilmankeum
ttatteushage
My Precious(My Precious)
My Precious(My Precious)
gasigat-assdeon gieogdeul-i
heunjag-eun hangeol-eumjocha sojunghi
ganjighage doel geosman gat-eun
ileon seolleim
gibunjoh-eun balam-e seuchineun osgis wilo
buseojineun neoui nunbich duson-eul moa dam-eumyeo
cheol-eobs-i geujeo sunsuhaessdeon naldeul-i
nae gaseum-wilo jeonhaejyeo onda
yunanhi ganjeolhaessdeon ilh-eobeolin nae balaemdeul
meomusmeomus chueog-ida hansumjisgo dol-aseomyeo
honjaseoman namgyeojil geos gat-assdeon
naui duson-eul kkog jab-ajudeon neo
My Precious(My Precious)
My Precious(My Precious)
buseojilgeosman gatdeon gaseum-eul
mal-eobs-i sseudadeum-eo jwossdeon neoui songil
My Precious(My Precious)
My Precious(My Precious)
neoman gyeot-e issdamyeon mueosdo
haenael su iss-eulgeosman gat-eun
ileon seolleim
My Precious(My Precious)
eotteon haes-salboda ttatteushan
My Precious(My Precious)
eotteon boseogboda chanlanhan
buseojilgeosman gatdeon gaseum-eul
mal eobs-i sseudadeum-eo jwossdeon neoui songil
My Precious(My Precious)
eotteon haneulboda kkaekkeushan
My Precious(My Precious)
eotteon yuliboda tumyeonghan
neoman gyeot-e issdamyeon mueosdo
haenael su iss-eulgeosman gat-eun
ileon seolleim
My Precious
********************
Hello Hello
Dapdaphan geori wireul seoseongideon naege
Seuchyeo deullineun mushimhan geu hanmadi
Hello Hello jogeum natseoreodo
Eosaekhaji anhatdeon joheun neukkim
Neoege gidaeeodo dweneungeolkka geokjeongseure
Mobshi gugyeojin jinshimeul pyeolchyeoboimyeo
Thank you Thank you
Geujeo gomabdaneun soljikhami jeonhaejigo isseo
Geuraeyo Hello Hello
Gwiyeoun naeui cheonsayo
Eonjena naeui gyeoteul jigyeojweoyo
Geurigo Thank you Thank you
Neoege hagoshipeun hanmadi No No No No
Gomabdaneun geu mal ppunijyo
Ilbureo teullineunge swibjin anha geureolsurok
Gyeondyeo naeneunge huhweman dweltenikka
I know I know
Geujeo utgoinneun bbiaeroga joheuljido molla
Ttaemudji anheunchaero ireoseol su isseulkka
Teoreo naebwado apeumeun ssahijiman
She knows She knows
Ije deoisangeun honjamaneui naeiri aniya
Geuraeyo Hello Hello
Gwiyeoun naeui cheonsayo
Eonjena naeui gyeoteul jigyeojweoyo
Geurigo Thank you Thank you
Neoege hagoshipeun hanmadi No No No No
Gomabdaneun geu mal ppunijyo
Sueopshi matdaewatdeon
Geumodeun sesangege
In sahaneun beobeul gareuchyeojun geudaejyo
Naemame neomchyeonaneun
I mellodireul
Neowa hamkke jikkyeogalgeoya
Geuraeyo Hello Hello
Gwiyeoun naeui cheonsayo
Eonjena naeui gyeoteul jigyeojweoyo
Geurigo Thank you Thank you
Neoege hagoshipeun hanmadi No No No No
Saranghandan gobaekboda
Gomabdaneun geu hanmadiro
Nae modeun mameul.. jeonhaeyo

JANG GEUN SOEK


Profile
Nama: Geun-Seok Jang / Jang Geun Seok
Profession: Actor , Singer
Date of Birth: 4th August, 1987
Zodiak: Leo
Height: 182cm
Weight: 63kg
Blood Type: A
Family: Father, Mother (only child)
Education: KwangJang Middle School, Bangsan High School, New Zealand Nelson College, Hanyang University Drama (Major in Movie)
School Year:
February 2000 - Seoul DongYi Primary School Graduate
February 2003 - KwangJang Middle School Graduate
January 2003 - New Zealand Neslson College Enrollment
July 2003 - Bangsan High School First Year Joins in the Middle of course
February 2006 - Hanyang University Enrollment - Drama (Major in Movie)
Hobbies: listening to music, snowboarding, skiing, singing, dancing
Treasure: Family, playstation
Favourite Colour: Blue, Ivory White
Speciality: Skiing, Snowboarding
Favourite Food: Spicy Food, - GeJang(Marinated Raw Crabs)
Favourite Fruit: Pineaple
Most Respected Person: Kim Gu Kim Gu Profile
Ideal Partner: Honest, Cute, Woman with great sense of dressing
What is the first feature that you look in a woman: Eyes
What do you hear most from opposite gender: You are so cute
Favourite Possession: Clothes, Accessories
Motto: Nothing is Impossible!
Close Celeb Friends: CSJH Stephanie, Isak, MC Mong, Moon Geun yong, Yoo Ah In, Choi Si Won
Favourite Actor: Ahn Sung-Ki
Debut: Sitcom Selling Happiness
First Debut Drama: Women's World
Geun Seok is multi talented. He has done VJ, MC, Voice dubbed for cartoon, Acting, Modelling.
Geun Seok has done modelling for MCM, Etude, LeSportsac, Motorola, etc.
Geun Seok also plays guitar. He sings, he dance too, even tap dancing.

DRAMAS
2006 KBS Performance Awards: Best couple Award With Ha Ji Won For Hwang Jin Yi
2008 44th BaekSang Art Awards: Film Section - BEST NEW ACTOR
2008 MBC Drama Awards: Newcomer Award (Bethoven Virus)
2008 KBS Drama Awards: Popular Actor Award (Hong Gil Dong)
MOVIES
ENDORCEMENT
2001-2004 - SK TING, (With BoA)
2005-2006 - Skool Looks,
Coca Cola
Daily Milk
Hyundai
Salim Food
2006 - Chic Choc Biscuits
2006 Shu Uemura
2007 LeSportsac
2007 - ETUDE [CF] etude vitcara cf - making film [CF] Etude CF 04 - vitcara 20070806 YTN Star - Go Ara, Jang Geun Seok New Etude CF Etude Wallpapers
Kellogs Cornflakes advertisement
Ottogi Quick Meals advertisement
2008 - BSX Youtube BSX Making Commersial BSX Pics

(SBS, 2002)
Daemang
(SBS, 2002)
Nonstop 4
(MBC, 2003)
Lovers in Prague
(SBS, 2005)
Alien Sam
(2006)
Hwang Jin Yi
(KBS2, 2006)
Hong Gil Dong
(KBS2, 2008)
Beethoven Virus
(MBC, 2008)
You're Beautiful
(SBS, 2009)
Mary Stayed Out All Night
(KBS2, 2010)
AWARDS2006 KBS Performance Awards: Best couple Award With Ha Ji Won For Hwang Jin Yi
2008 44th BaekSang Art Awards: Film Section - BEST NEW ACTOR
2008 MBC Drama Awards: Newcomer Award (Bethoven Virus)
2008 KBS Drama Awards: Popular Actor Award (Hong Gil Dong)
MOVIES
(2007)
Going Crazy Waiting / The Longest 24 Months
(2007)
Do Re Mi Fa So La Si Do
(2008)
Baby and Me
(2008)
Members of the Funeral
(2008)
Itaewon Murder Case / The Case of Itaewon Homicide
(2009)
You're My Pet
(2010)
ENDORCEMENT
2001-2004 - SK TING, (With BoA)
2005-2006 - Skool Looks,
Coca Cola
Daily Milk
Hyundai
Salim Food
2006 - Chic Choc Biscuits
2006 Shu Uemura
2007 LeSportsac
2007 - ETUDE [CF] etude vitcara cf - making film [CF] Etude CF 04 - vitcara 20070806 YTN Star - Go Ara, Jang Geun Seok New Etude CF Etude Wallpapers
Kellogs Cornflakes advertisement
Ottogi Quick Meals advertisement
2008 - BSX Youtube BSX Making Commersial BSX Pics

Langganan:
Postingan (Atom)
























