Kamis, 24 Februari 2011
KeunSuk " Your Beautiful"
Title: 미남이시네요 / Minami Shineyo
Also known as: He's Beautiful / You're Handsome
Genre: Romance, comedy
Episodes: 16
Broadcast Network: SBS
Broadcast period: 2009-Oct-07 to 2009-Nov-26
Air time: Wednesday & Thursday 21:55
Synopsis:
The management company of the idol group A.N.JELL insisted on adding a new singer to the group as the lead vocal, Tae Kyung's voice was hurting. However,the new member, Mi Nam, had to go to the States to repair a botched eye job just before signing the contract. His agent came up with the idea of having his twin sister, Mi Nyu,to stand in for him and pretend that she was her brother. The two of them grew up in an orphanage and Mi Nyu, who was all set to become a nun, agreed to this charade as she didn't want to spoil her brother's chance of fame which would make it easier to look for their mother.
Cast:
A.N.JELL
Jang Geun Suk as Hwang Tae Kyung
Kang Soo Han as young Tae Kyung
Park Shin Hye as Go Mi Nam (Male) / Go Mi Nyu (Female)
Lee Hong Ki as Kang On Yu / Jeremy
Jung Yong Hwa as Kang Shin Woo
Extended cast:
UEE as Yoo He Yi
Bae Geu Rin as Sa Yu Ri (Fan club president)
Kim In Kwon as Ma Hoon Yi (Mi Nam's manager)
Jang Won Young as Mr Kim (photographer, Nara Daily News)
Choi Ran as Choi Mi Ja (Mi Nam & Mi Nyu's aunt)
Kim Sung Ryung as Mo Hwa Ran
Jung Chan as President Ahn
Choi Soo Eun as Wang Kko Di
Tae Hwang as staff
Kim Ho Chang as dancer
Lee Joo Yeon as Before School member (cameo)
Yoo Seung Ho (cameo, ep9)
Production Credits:
Director: Hong Sung Chang
Screenwriter: Hong Jung Eun, Hong Mi Ran
Recognitions:
2009 SBS Drama Awards: Netizen Highest Popularity Award (Jang Geun Suk)
source: wiki.d-addicts
Download drama with Indonesian/ English Sub:
Episode 1 :http://www.megaupload.com/?d=T7GFMOP3
English Sub: http://www.megaupload.com/?d=68JUDT2Z
Indonesian Sub: http://www.megaupload.com/?d=2H7574A4
Episode 2 :http://www.megaupload.com/?d=35E6ZZ7A
English Sub: http://www.megaupload.com/?d=X8988E0X
Indonesian Sub: http://www.megaupload.com/?d=QNO8MV6S
Episode 3 :http://www.megaupload.com/?d=2ZHCS1C0
English Sub: http://www.megaupload.com/?d=R8GDUEL5
Indonesian Sub: http://www.megaupload.com/?d=IUF4PFQB
Episode 4 :http://www.megaupload.com/?d=EVRSJL7L
English Sub: http://www.megaupload.com/?d=YS13SBPK
Indonesian Sub: http://www.megaupload.com/?d=MYX89X1Z
Episode 5 :http://www.megaupload.com/?d=D2QY7L9Y
English Sub: http://www.megaupload.com/?d=PSJUZPM2
Indonesian Sub: http://www.megaupload.com/?d=SITS1UND
Episode 6 :http://www.megaupload.com/?d=CZQ80PFH
English Sub: http://www.megaupload.com/?d=3P6IIVO8
Indonesian Sub: http://www.megaupload.com/?d=885QIYPE
Episode 7 :http://www.megaupload.com/?d=QSEDSLCR
English Sub: http://www.megaupload.com/?d=5KLJLLDE
Indonesian Sub: http://www.megaupload.com/?d=9NC7XI7X
Episode 8 :http://www.megaupload.com/?d=0VJVJTCO
English Sub: http://www.megaupload.com/?d=RA4YI61U
Indonesian sub: http://www.megaupload.com/?d=CVJMVM5A
Episode 9 :http://www.megaupload.com/?d=E5J8HB9R
English Sub: http://www.megaupload.com/?d=KCN11ZLT
Indonesian Sub: http://www.megaupload.com/?d=K1TCY5H0
Episode 10 :http://www.megaupload.com/?d=N5TDQP0H
English Sub: http://www.megaupload.com/?d=RXJ566HW
Indonesian Sub: http://www.megaupload.com/?d=H9PX3ZA7
Episode 11 :http://www.megaupload.com/?d=PFUSU4JV
English Sub: http://www.megaupload.com/?d=9HMRIXTV
Indonesian Sub:http://www.megaupload.com/?d=XFQWKIMC
Episode 12 :http://www.megaupload.com/?d=8KCGI45L
English Sub: http://www.megaupload.com/?d=MABTY5L2
Indonesian Sub: http://www.megaupload.com/?d=S5EZKEY8
Episode 13 :http://www.megaupload.com/?d=BPCVJ2SR
English Sub: http://www.megaupload.com/?d=I380AHRT
Indonesian Sub:http://www.megaupload.com/?d=NHUMQKJY
Episode 14 :http://www.megaupload.com/?d=XZ02AX6E
English Sub: http://www.megaupload.com/?d=GY6HCDSR
Indonesian Sub:http://www.megaupload.com/?d=6U6Y92A9
Episode 15 :http://www.megaupload.com/?d=WZ1APMXX
English Sub: http://www.megaupload.com/?d=Z50MOC1N
Indonesian Sub:http://www.megaupload.com/?d=EEC4KGIY
Episode 16 :http://www.megaupload.com/?d=4PMSV0V0
English Sub: http://www.megaupload.com/?d=7ERMY3AV
Indonesian Sub:http://www.megaupload.com/?d=Z9S87616
Download Original Soundtrack: here
KeunSuk "Mary Stayed Out All Night"
Detail:
Title: 매리는 외박중 / Maerineun Oebakjoong
Also Knows as: Marry me, Mary!
Genre: Romance, comedy
Episodes: 16
Broadcast network: KBS2
Broadcast period: 2010-Nov-08 to 2010-Dec-28
Air time: Monday & Tuesday 21:55
Cast:
* Moon Geun Young as Wi Mae Ri
* Jang Geun Suk as Kang Moo Kyul
* Kim Jae Wook as Byun Jung In
* Kim Hyo Jin as Seo Joon
* Park Joon Gyu as Byun Jung Suk (Jung In's father)
* Park Sang Myun as Wi Dae Han (Mae Ri's father)
* Lee Ah Hyun as Kam So Young (Moo Kyul's mother)
* Shim Yi Young (심이영) as Director Bang
* Lee Sun Ho as Lee An
* Kim Min Gyu (김민규) as Ri No
* Geum Ho Suk (금호석) as Yo Han
* Park Chul Hyun (박철현) as Re Oh
* Kim Hae Rim (김해림) as Ji Hye
* Lee Eun as So Ra
* Chae Min Hee (채민희) as Jang PD
* Yoon Yoo Sun as writer
Synopsis:
Wi Mae Ri is a stubborn woman and the daughter of a failed businessman without much experience in dating. She starts to date tough rocker Kang Moo Kyul. Problems arise when a perfect guy with a good background and prestigious education, Byun Jung In, gets in the way.
[credits: Drama Wiki]
Link download:
Oh.. My KeunSuk
Akhir2 ini lagi demen banget nich sama jang geun soek, jd pengen posting2 yg berhubungan sama ni cowok...
hehehe, walaupun bukan ABG lg tapi pesona nie cowok dah bikin w klepek-klepek ( haaalaah )
walaupun cuma copy paste dari blognya temen2 yg laen tp ga papalah yg penting hasrat (ceile) buat post keun suk terpenuhi hihihi...
ni ada koleksi-koleksi fotonya KeunSuk yg pastinya sobat pecintanya dah pada punya jg, tp ga papalah...
yg penting udah usaha nanya2 sama mbah google....
hehehe, walaupun bukan ABG lg tapi pesona nie cowok dah bikin w klepek-klepek ( haaalaah )
walaupun cuma copy paste dari blognya temen2 yg laen tp ga papalah yg penting hasrat (ceile) buat post keun suk terpenuhi hihihi...
ni ada koleksi-koleksi fotonya KeunSuk yg pastinya sobat pecintanya dah pada punya jg, tp ga papalah...
yg penting udah usaha nanya2 sama mbah google....
Kamis, 17 Februari 2011
Tak ada yang abadi
Tadi pagi di fesbuk dewi dapat kiriman pesan yang isinya setelah dewi baca benar-benar membuat aku tertegun, berfikir dan merenungi semua isi dalam pesan tersebut.
Perenungan yg membuat aku percaya bahwa di dunia ini memang tidak ada yang abadi, seperti jg kehidupan kita di dunia ini, kadang kebahagiaan yg kita dapat tidak slamanya dapat kita rasakan, kadang kala kebahagiaan itu berubah menjadi kesedihan yang mendalam yang membuat kita terpuruk dan bahkan merasa dunia ini tak adil bagi kita.
Berikut isi pesan yg aku dapat dan aku ingin membaginya, dan smoga setelah membaca ini dapat merubah pola pikir kita terhadap dunia ini...
" Ketika Matahari menampakkan diri di pagi hari, dan terus menerpakan sinarnya ke setiap sudut alam hingga puncaknya pada tengah hari. Menjelang senja, ia pun mulai bersiap-siap meninggalkan singgasananya untuk bertukar peran dengan rembulan yang akan bercahaya menerangi malam hingga fajar. Bulan tak sendiri, ia ditemani oleh bintang-bintang yang berkelipan, belum lagi lintasan-lintasan benda langit lainnya yang menjadikan alam atas teramat mengagumkan. Begitu seterusnya, tak pernah matahari menguasai sepanjang hari, bulan dan bintangpun demikian. Karena sesungguhnya, tak satupun mereka berhak memiliki hari sepenuhnya.
Terkadang, langit cerah disertai mentari pagi yang menghangatkan menjadi mimpi terindah setiap makhluk di muka bumi. Tapi, tidak akan pernah mentari seterusnya berseri dan langit cerah, karena bukan tidak mungkin atap dunia itu berubah mendung dan menghitam, mencekam dan menebar ketakutan. Angin sejuk sepoi-sepoi yang terasa menyegarkan saat belaiannya menyentuh kulit, sesaat kemudian bisa berputar dan berputar membentuk tornado yang dalam sedetik meluluhlantakkan semua yang terhampar di bumi. Air laut yang tenang, pantai yang indah dengan ombak yang melambai indah, hamparan pasir yang halus, disaat yang lain bisa menjadi gelombang air dahsyat yang menenggelamkan sejuta harapan, meninggalkan bekas yang memilukan.
Bunga-bunga yang hari ini terlihat indah merekah, satu dua hari kemudian akan layu dan memudar warnanya, bisa karena hempasan angin, sengatan matahari atau terusik unggas. Dedaunan akan tetap berwarna hijau bila ianya tetap menyatu dengan tangkainya, tatkala ia luruh dan jatuh ke tanah, mengeringlah ia. Embun pagi yang bening di ujung daun, dalam beberapa detik takkan lagi terlihat. Setelah jatuh, habislah ia. Tinggal menunggu esok pagi kan datang tuk bisa menikmati kembali beningnya. Unggas pagi, berteriak lantang pertanda dimulainya hari, tidak jarang, mereka membangunkan insan yang setengah malas dan kantuk masih di sudut mata. Ketika siang, saat manusia-manusia bergegas dalam segala bentuk aktifitas mereka, makhluk lain pun menjalankan perannya masing-masing.
Menjelang senja, sinar merah kekuningan seperti meminta perhatian makhluk bumi untuk bersiap menyambut malam. Tak hanya manusia, hewan-hewan bahkan binatang melata pun beriringan menuju rumah mereka, menikmati malam, memandangi rembulan dan bintang-bintang, dan mendengarkan hewan-hewan malam bersahutan mewarnai malam yang panjang, hingga menanti datangnya fajar. Manusia-manusia aktif yang terkadang tak kenal lelah, terlelap dalam buaian selimut, mimpi, harapan serta do’a. Hingga esok, ada yang terbangun, dan ada yang tetap terlelap, menutup mata untuk selamanya. Tugasnya sebagai manusia telah selesai. Tak ada manusia yang memiliki sepenuhnya hari, tak ada makhluk yang memiliki sepenuhnya kehidupan. Dan tak ada jiwa yang memiliki sepenuhnya apapun yang sesungguhnya bukan berasal darinya. Semua perubahan, kejadian, dan perputaran peran itu meyakinkan kita, bahwa tak ada yang abadi.
Bayi mungil, lucu dan menyenangkan saat lahir, beranjak dewasa, kemudian tua dan akhirnya mati. Kemudian, generasi berikutnya hadir, hingga diakhiri lagi dengan kematian. Itulah hidup. Seperti matahari yang tak pernah selamanya bersinar, seperti daun yang mengering saat tanggal dari tangkainya, seperti embun yang meski sedemikian indah, hanya sekian detik saja umurnya. Seperti hujan yang mungkin setiap hari turun tak pernah berhenti, tak pernah setiap yang diciptakan Tuhan di alam ini, berkuasa untuk tetap memiliki kejadiannya seutuhnya. Karena mereka hanya makhluk, yang semuanya terus berubah dan berujung pada akhir. Tak seperti Pencipta semua makhluk itu sendiri, karena Ianya tak berawal, maka tak ada akhirnya pada-Nya. Sedangkan kita, atau makhluk lainnya, memiliki awal, dan sudah pasti tertulis sudah akhirnya. Kita hanya tinggal menunggu waktu.
Sebagai makhluk, tak sekedar untuk hidup Allah menciptakannya. Setiap ciptaan Allah, memiliki peran yang menjadi amanahnya. Kita semua, berdiri, berdiam diri, tertidur, berjalan, berhenti sejenak, kemudian berjalan lagi, sesekali istirahat hanya untuk menorehkan catatan diri. Tinta merah atau biru yang hendak kita pakai untuk mengisi lembaran putih catatan itu, hak sepenuhnya ada di tangan kita. Jikalah matahari selalu mempunyai catatan biru dalam buku raport-nya, begitu juga dengan rembulan, langit dan semua benda yang menghiasinya, hewan-hewan yang senantiasa ikhlas menjadi bagian hidup manusia, tetumbuhan, bumi tempat berpijak, lalu kenapa kita tak pernah iri untuk senantiasa memperbaiki catatan merah kita di hadapan Allah?
Makhluk-makhluk Allah yang lain, manusia-manusia yang berlomba menorehkan tinta biru dalam catatan akhirnya, sungguh teramat sadar bahwa waktu yang Allah berikan teramat singkat, hingga tak pernah terpikir olehnya untuk berbuat satu hal pun yang bisa menyebabkan lembaran putihnya ternoda oleh titik merah. Bersujud dan berdo’a, mencari keridhoan Allah di setiap detik, setiap langkah, dan jalan yang dilaluinya, agar tak ada sedikitpun kebencian di mata Allah keatasnya. Belajar dari manusia-manusia terdahulu yang telah mengukir nama mereka di hati Allah, semestinya saat ini, kita terus berjuang keras untuk bisa mendapatkan satu tempat di hati-Nya untuk menggoreskan nama kita.
Harta yang banyak, bukan jalan untuk bisa mendapatkan tempat di hati Allah. Kendaraan yang bagus, jabatan tinggi, status sosial terhormat, perhiasan dan berjuta keindahan dunia, juga tidak. Bukan semua itu yang akan menjadikan kita makhluk berarti di mata Dia. Karena sesuatu yang tak abadi, tak mungkin bisa menjadi bekal menuju keabadian untuk bertemu Yang Maha Abadi. Jiwa yang bersih, jiwa yang tenang, adalah jiwa yang pertama hadir dalam bentuk jasad manusia saat pertama ditiupkan. Hanya dengan kembali dengan kebersihan dan ketenangan semula, ia bisa diterima disisi Yang Maha Abadi. Maka, belajar dari semua ketidakabadian selain Allah, jangan pernah menghabiskan waktu (yang teramat sebentar ini) yang diberikan Allah ini, tanpa torehan tintas kebaikan. Mungkin besok, tak ada lagi waktu buat kita menggenggam tinta biru. (Bayu Gautama, berjam-jam di tengah kebun teh Sukabumi, karena tak yakin besok masih ada waktu untuk kembali ke tempat ini. "
sumber : eramuslim
Terkadang, langit cerah disertai mentari pagi yang menghangatkan menjadi mimpi terindah setiap makhluk di muka bumi. Tapi, tidak akan pernah mentari seterusnya berseri dan langit cerah, karena bukan tidak mungkin atap dunia itu berubah mendung dan menghitam, mencekam dan menebar ketakutan. Angin sejuk sepoi-sepoi yang terasa menyegarkan saat belaiannya menyentuh kulit, sesaat kemudian bisa berputar dan berputar membentuk tornado yang dalam sedetik meluluhlantakkan semua yang terhampar di bumi. Air laut yang tenang, pantai yang indah dengan ombak yang melambai indah, hamparan pasir yang halus, disaat yang lain bisa menjadi gelombang air dahsyat yang menenggelamkan sejuta harapan, meninggalkan bekas yang memilukan.
Bunga-bunga yang hari ini terlihat indah merekah, satu dua hari kemudian akan layu dan memudar warnanya, bisa karena hempasan angin, sengatan matahari atau terusik unggas. Dedaunan akan tetap berwarna hijau bila ianya tetap menyatu dengan tangkainya, tatkala ia luruh dan jatuh ke tanah, mengeringlah ia. Embun pagi yang bening di ujung daun, dalam beberapa detik takkan lagi terlihat. Setelah jatuh, habislah ia. Tinggal menunggu esok pagi kan datang tuk bisa menikmati kembali beningnya. Unggas pagi, berteriak lantang pertanda dimulainya hari, tidak jarang, mereka membangunkan insan yang setengah malas dan kantuk masih di sudut mata. Ketika siang, saat manusia-manusia bergegas dalam segala bentuk aktifitas mereka, makhluk lain pun menjalankan perannya masing-masing.
Menjelang senja, sinar merah kekuningan seperti meminta perhatian makhluk bumi untuk bersiap menyambut malam. Tak hanya manusia, hewan-hewan bahkan binatang melata pun beriringan menuju rumah mereka, menikmati malam, memandangi rembulan dan bintang-bintang, dan mendengarkan hewan-hewan malam bersahutan mewarnai malam yang panjang, hingga menanti datangnya fajar. Manusia-manusia aktif yang terkadang tak kenal lelah, terlelap dalam buaian selimut, mimpi, harapan serta do’a. Hingga esok, ada yang terbangun, dan ada yang tetap terlelap, menutup mata untuk selamanya. Tugasnya sebagai manusia telah selesai. Tak ada manusia yang memiliki sepenuhnya hari, tak ada makhluk yang memiliki sepenuhnya kehidupan. Dan tak ada jiwa yang memiliki sepenuhnya apapun yang sesungguhnya bukan berasal darinya. Semua perubahan, kejadian, dan perputaran peran itu meyakinkan kita, bahwa tak ada yang abadi.
Bayi mungil, lucu dan menyenangkan saat lahir, beranjak dewasa, kemudian tua dan akhirnya mati. Kemudian, generasi berikutnya hadir, hingga diakhiri lagi dengan kematian. Itulah hidup. Seperti matahari yang tak pernah selamanya bersinar, seperti daun yang mengering saat tanggal dari tangkainya, seperti embun yang meski sedemikian indah, hanya sekian detik saja umurnya. Seperti hujan yang mungkin setiap hari turun tak pernah berhenti, tak pernah setiap yang diciptakan Tuhan di alam ini, berkuasa untuk tetap memiliki kejadiannya seutuhnya. Karena mereka hanya makhluk, yang semuanya terus berubah dan berujung pada akhir. Tak seperti Pencipta semua makhluk itu sendiri, karena Ianya tak berawal, maka tak ada akhirnya pada-Nya. Sedangkan kita, atau makhluk lainnya, memiliki awal, dan sudah pasti tertulis sudah akhirnya. Kita hanya tinggal menunggu waktu.
Sebagai makhluk, tak sekedar untuk hidup Allah menciptakannya. Setiap ciptaan Allah, memiliki peran yang menjadi amanahnya. Kita semua, berdiri, berdiam diri, tertidur, berjalan, berhenti sejenak, kemudian berjalan lagi, sesekali istirahat hanya untuk menorehkan catatan diri. Tinta merah atau biru yang hendak kita pakai untuk mengisi lembaran putih catatan itu, hak sepenuhnya ada di tangan kita. Jikalah matahari selalu mempunyai catatan biru dalam buku raport-nya, begitu juga dengan rembulan, langit dan semua benda yang menghiasinya, hewan-hewan yang senantiasa ikhlas menjadi bagian hidup manusia, tetumbuhan, bumi tempat berpijak, lalu kenapa kita tak pernah iri untuk senantiasa memperbaiki catatan merah kita di hadapan Allah?
Makhluk-makhluk Allah yang lain, manusia-manusia yang berlomba menorehkan tinta biru dalam catatan akhirnya, sungguh teramat sadar bahwa waktu yang Allah berikan teramat singkat, hingga tak pernah terpikir olehnya untuk berbuat satu hal pun yang bisa menyebabkan lembaran putihnya ternoda oleh titik merah. Bersujud dan berdo’a, mencari keridhoan Allah di setiap detik, setiap langkah, dan jalan yang dilaluinya, agar tak ada sedikitpun kebencian di mata Allah keatasnya. Belajar dari manusia-manusia terdahulu yang telah mengukir nama mereka di hati Allah, semestinya saat ini, kita terus berjuang keras untuk bisa mendapatkan satu tempat di hati-Nya untuk menggoreskan nama kita.
Harta yang banyak, bukan jalan untuk bisa mendapatkan tempat di hati Allah. Kendaraan yang bagus, jabatan tinggi, status sosial terhormat, perhiasan dan berjuta keindahan dunia, juga tidak. Bukan semua itu yang akan menjadikan kita makhluk berarti di mata Dia. Karena sesuatu yang tak abadi, tak mungkin bisa menjadi bekal menuju keabadian untuk bertemu Yang Maha Abadi. Jiwa yang bersih, jiwa yang tenang, adalah jiwa yang pertama hadir dalam bentuk jasad manusia saat pertama ditiupkan. Hanya dengan kembali dengan kebersihan dan ketenangan semula, ia bisa diterima disisi Yang Maha Abadi. Maka, belajar dari semua ketidakabadian selain Allah, jangan pernah menghabiskan waktu (yang teramat sebentar ini) yang diberikan Allah ini, tanpa torehan tintas kebaikan. Mungkin besok, tak ada lagi waktu buat kita menggenggam tinta biru. (Bayu Gautama, berjam-jam di tengah kebun teh Sukabumi, karena tak yakin besok masih ada waktu untuk kembali ke tempat ini. "
sumber : eramuslim
Langganan:
Postingan (Atom)















