Minggu, 23 Januari 2011

Filosofi Kupu-Kupu



Mungkin kalian sudah pada tahu filosofi metamorfosis kupu2, tapi kali ini filosofinya beda bukan metamorfosisnya tapi saat prose keluarnya kupu2 dari kepompong. Untuk lebih memahaminya silahkan baca cerita dibawah ini.
Ujian dalam hidup bisa berupa tragedi atau kemenangan, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Kemenangan tidak datang tanpa usaha.
Seorang guru biologi sedang mengajar murid-muridnya bagaimana ulat berubah menjadi kupu-kupu. Dia mengatakan kepada siswa bahwa dalam beberapa jam berikutnya, kupu-kupu akan berjuang untuk keluar dari kepongpong. Tapi tidak ada yang boleh membantu kupu-kupu. Lalu dia pergi.
Para siswa menunggu dan itu terjadi. Kupu-kupu berjuang untuk keluar dari kepompong, dan salah satu siswa kasihan dan memutuskan untuk membantu kupu-kupu keluar dari kepongpong melawan nasihat gurunya. Ia mematahkan kokon untuk membantu kupu-kupu sehingga tak perlu berjuang lagi. Namun tak lama kemudian kupu-kupu itu mati.
Ketika guru itu kembali, ia diceritakan apa yang terjadi. Dia menjelaskan kepada siswa ini bahwa dengan membantu kupu-kupu, itu berarti dia telah membunuhnya.karena merupakan hukum alam bahwa perjuangan untuk keluar dari kepongpong sebenarnya membantu mengembangkan dan menguatkan sayapnya.
Anak itu telah menghilangkan perjuangan kupu2 dan kupu2 itupun mati.
Menerapkan prinsip yang sama untuk hidup kita. Tidak ada yang berharga dalam hidup datang tanpa perjuangan. Tapi kebanyakan orang cenderung tidak membiarkan orang kita cintai untuk berjuang (kasihan) padahal dengan berjuang kita bisa mendapatkan "kekuatan".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar